Selasa, 26 Juni 2012

Posted by bisnisq lancar On 15.20
Bagi banyak orang, usia 50 tahun adalah waktu untuk pensiun dan menikmati hari tua.
Tak usahlah kita melakukan tindakan yang macam-macam karena fisik sudah tak lagi
mendukung. Berilah kesempatan kepada anak-anak muda untuk menggantikan posisi kita.
Kita merasa diri kita sudah tidak produktif sehingga alangkah terhormatnya jika kita mundur.
Benarkah usia tua membuat kita tidak lagi produktif ?.
        Saudaraku, jika hari ini kita merasa sudah tua dan tidak bisa produktif lagi,katakanlah
kita memang sudah berusia 50, atau 60 tahun,atau mungkin 70 tahun, Kita sesungguhnya
masih bisa produktif. Anna Mary Robertson Moses (7 September 1860  -  13 Desember1961)
adalah contoh sosok yang patut kita jadikan teladan. Pada mulanya Anna adalah seorang
ibu rumah tangga yang hobi menyulam. Namun karena rematik yang di deritanya pada usia
76 tahun, ia beralih dari seorang penyulam menjadi seorang pelukis. Meskipun sulit,
setelah terus menerus melukis, ia akhirnya mampu lukisan-lukisannya disukai orang-orang.
Kini lukisan-lukisannya banyak dipakai dalam kartu-kartu ucapan, seperti Hari Natal dan
Hari Ibu. Anna terus melukis hingga ia meninggal dunia di usia 101 tahun.
        Saudaraku, berapapun usia kita hari ini, kita masih bisa berkarya bahkan menemukan
dan memaksimalkan bakat-bakat terpendam yang selama ini tidak kita sadari.
Kaleb berhasil menduduki tanah yang dijanjikan Tuhan pada usia senja (85 tahun) dengan
jeri payahnya sendiri, karena ia mau berusaha. Meskipun usia kita sudah senja dan sakit-
sakitan, kita tetap mampu menjadi manusia yang produktif dan menginspirasi orang lain
jika terus-menerus berkarya sampai Tuhan memanggil kita pulang. Tidak ada kata
terlambat atau terlalu tua untuk terus berkarya.

Rabu, 13 Juni 2012

Posted by bisnisq lancar On 11.24
Bapa Sorgawi mengasihi kita karena Ia adalah Kasih.Kasih-Nya berarti Ia menghendaki
hal-hal yang terbaik bagi kita. Kasih-Nya tetap dan tak berubah. Ia mengasihi kita bukan
saat kita hidup benar, tetapi saat kita berdosa. Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 4:19 berkata,
"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." Ketika masih di dalam dosa,
Ia mengasihi kita. Kasih-Nya terus menjangkau dan berusaha memperbaiki dan
memulihkan, sekalipun kadang kita menolak kasih-Nya.
       Saudaraku, seperti halnya kasih Bapa Sorgawi menjangkau dan menyentuh kita,
demikian juga kasi-Nya menjangkau dan menyentuh anak-anak kita. Kasih ini mengalir
dari hati dan kemauan serta mencegah kita di kuasai emosi atau egois kepada anak-anak
saat mendidik mereka. Kasih ini akan memberikan motivasi yang benar kepada kita
supaya mnginginkan hal-hal yang terbaik buat anak-anak. Seperti halnya Bapa Sorgawi
yang menginginkan yang terbaik buat kita. Kasih ini juga  mencegah kita menunjukan sikap penolakan terhadap anak-anak kalau ia berbuat salah atau memberontak. Kasih ini yang
akan memulihkan hubungan antara para ayah dan anaknya.
       Mari saudaraku, supaya anak-anak mendapat yang terbaik dari kita, para orang tua
bukalah hati dan izinkan kasih Bapa Sorgawi mengalir dan memenuhi hati kita.
Sehingga hati kita yang penuh dengan kasih Bapa mengalir memenuhi seluruh hidup
kita, sehingga mencegah kita mengucapkan kutukan-kutukan kepada anak, mencegah
kita mengeluarkan kata-kata kasar kepada anak dan mencegah kita melakukan kekerasan
kepada anak. Sebaliknya memotivasi kita berdoa memberkati anak-anak demi masa
depan yang terbaik dan terindah bagi mereka.

Jumat, 08 Juni 2012

Posted by bisnisq lancar On 11.37
Pilihan Tuhan terhadap seseorang tidak pernah salah. Tuhan tetap konsisten atas
pilihan-Nya,sekalipun orang pilihan-Nya mengecewakan-Nya.
Seperti halnya Simson, sekalipun perjalanan imannya naik-turun, dan ahkir
kisahnya memprihatinkan, namun Tuhan tetap memberi kesempatan ia kembali.
Sikap dan tingkah laku Simson yang mengecewakan Tuhan, tidak membuat Tuhan
meninggalkannya. Pemeliharaan Tuhan tetap berlaku kepada Simson, bahkan
soal sehari-hari seperti makan dan minum. Saat simson kehausan, ia berseru
kepada Tuhan dan Tuhan memunculkan air dari liang batu (Hakim-hakim 15:19).
       Saudaraku, Tuhan punya seribu satu cara menolong anak-anak-Nya.
Sekalipun sikap anak-anak-Nya kadang tidak setia. Kasih dan kesetiaan Tuhan
tidak dapat kita ukur panjang dan lebarnya. Ia tidak hanya menyatakan
mujizat-Nya melalui hal-hal yang spektakuler misalnya membangkitkan orang mati,
tetapi juga menyediakan apa yang kita butuhkan sehari-hari, misalnya:
soal makan minum. Jika Tuhan sudah berjanji bahwa Ia akan mencukupkan apa
yang kita butuhkan untuk itu kita diminta untuk tidak kuatir, maka Ia akan
konsisten pada janji-Nya.
        Dalam kisah Simson dan ada Mata Air Penyeru ini, kita belajar bagaimana
soal kehidupan sehari-hari yang mungkin biasa bagi kebanyakan orang, juga sama
istimewanya dengan keajaiban lainnya. Cara Tuhan memenuhi kebutuhan
sehari-hari kita, sekalipun dengan cara sederhana, misalnya ada seseorang yang
Tuhan kirim membawa apa yang kita butuhkan saat itu adalah sama istimewanya
dengan mujizat kesembuhan dan mujizat kebangkitan orang mati.

Rabu, 06 Juni 2012

Posted by bisnisq lancar On 15.10
Kesibukan merupakan senjata iblis, karena menghalangi seseorang mendapatkan kuasa
karena meluangkan waktu bersaat teduh untuk memperoleh inspirasi yang baru dan
ide-ide kreatif dari Tuhan. kesibukan juga membuat seseorang tergesa-gesa dan
selalu terburu-buru, sehingga tidak punya waktu untuk memulihkan dirinya.
      Saudaraku, saat segala macam beban pekerjaan membebani, Tuhan
menantikan kita datang kepada-Nya. Ketenangan adalah kekuatan kita.
Ditengah-tengah kesibukan, kekacauan, desak-desakan, pikirkanlah suatu tempat
di mana kita dapat berdoa untuk mendapatkan kembali rasa percaya diri. Ingatlah
selalu Firman Tuhan yang menjadi renungan kita di dalam Mazmur 119:143 dan 151,
"aku ditimpa kesesakan dan kesusahan.....Engkau dekat, ya TUHAN.....".
      jika kita mengingat bahwa dalam keadaan senang atau susah, gembira atau sedih,
segala urusan lancar atau kacau, Tuhan selalu ada di dekat kita.
Kita tidak akan mengandalkan kekuatan sendiri untuk menghadapinya, karena TUHAN
selalu dekat dengan kita.
      Tuhan Yesus juga memanggil kepada setiap kita yang letih lesu dan berbeban berat,
untuk datang kepada-Nya,karena Ia akan memberi kelegaan (Matius 11:28).
Beban pekerjaan yang berat akan menjadi ringan karena Yesus menambah
kekuatan baru bagi kita dan pikiran disegarkan kembali karena Yesus memberi
ketenangan dan kedamaian sehingga kita bisa berpikir jernih menghadapi segala
kekaacauan yang ada. Jadi usahakanlah peka mendengar suara Tuhan saat kesibukan
mulai menjerat dan situasi disekitar kacau.

Selasa, 05 Juni 2012

Posted by bisnisq lancar On 15.39
Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang
tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.
Yerusalem, gunung-gunung sekelilingnya; demikianlah TUHAN sekeliling umat-Nya.
dari sekarang sampai selama-lamanya. Tongkat kerajaan orang fasik tidak akan
tinggal tetap di atas tanah yang diundikan kepada orang-orang benar,
supaya orang-orang benar tidak mengulurkan tangannya kepada kejahatan.
     Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik
dan kepada orang-orang yang tulus hati; tetapi orang-orang yang menyimpang
ke jalan yang berbelit-belit, kiranya TUHAN mengenyahkan mereka bersama-sama
orang-orang yang melakukan kejahatan.
Damai sejahtera atas Israel!
Posted by bisnisq lancar On 11.51
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan
Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia tidak ada satupun yang telah jadi dari
segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah
terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan
itu tidak menguasainya.